1 Januari 2026
Hai dear, sudah masuk tahun baru 2026
Di tengah keterbatasan, tetaplah semangat ya
Lokasi kerja ada di Sumatera Utara, tetapi raga ada di Jawa Barat. Semoga selalu diberikan kemudahan teknis kerja sehingga target tetap tercapai.
Libur telah usai, seharusnya otak sudah bisa dipakai lagi ya...
Sebenarnya defisini libur bagiku tidak harus pergi jauh entah kemana. Tapi cukup di rumah tapi tidak harus capai. Pekerjaan rumah tidak ada habisnya, ya dinikmati saja. Bersyukur masih bisa capek untuk melayani keluarga. Kalo kamu tidak capek lagi pasti kamu merasa sedih karena sendiri. Ya, tidak apa-apa capek.
Kalo mau praktis, urusan rumah mah sama pembantu. Tapi entahlah, saya tidak bisa punya pembantu yang dia full di rumah. Saya merasa tidak bebas di rumah karena ada orang asing. Urusan lantai beres lah ada ART yang datang tiap hari. Jadi urusan lain harus dikerjakan sendiri karena tidak mau ada orang asing di rumah. Kalo pilihan seperti itu, ya harus sadar dengan konsekuensi dengan capek. Kalo ditelisik, sebenarnya karena semua kerjaan rumah dikerjakan sendiri dengan diam. Mau mengeluh dengan komunikasi tidak bagus, tapi entahlah.. aku tidak bisa memulai pembicaraan. Kali dia bicara ya ditanggapi, kalo enggak ya sibuk sendiri saja. Barangali kalo dia ajak bicara, cuma bantu sedikit, barangkali tidak ada rasa capek.
Komunikasi tidak bagus, kata teman yang jurnalis, silent treatment, sudah dirasakan awal dulu. Makanya, saya bersikiras harus punya pekerjaan. Kalo tidak diajak bicara ya sudah, tenggelam saja dalam pekerjaan. Hanya yang membuat sedih, tempat kerjaku jauh banget di Sumut. Mungkin dengan keluar rumah mengajar, balik lagi, tidak ada rasa sedih seperti ini. Entahlah, berusaha membiasakan diri berputar-putar di rumah, karena semua pekerjaan dilakukan dengan online.
Mencoba untuk meghibur diri, dengan sengaja pergi ke Sumut dengan alasan kerja atau ke Jepara dengan alasan mengurus surat tanah, Tapi yang ada, pulang dalam waktu satu minggu setelah kedatangan, harus terus berjibaku dengan pekerjaan rumah tangga. Setelah itu baru, nafas lega kembali. Pekerjaan yang menumpuk sudah selesai. Yah, salah sendiri sih, tidak mempercayakan pekrjaan rumah ke orang lain atau pembantu. Ya, harus sadar diri dengan konsekuensi capek sendiri. Dengan alasan ini, maka liburan tidak perlu pergi kemana-mana hanya dengan di rumah tidak kecapekan itu sudah liburan.
***
Semangat untuk olah raga
Pengantar terbesar motivasi olah raga adalah ejekan dari ibu-ibu arisan di kantornya suami. Suami berprinsip jadi pegawai yang bersih, saya beri istilah makan gaji dari kantor sesuai keringatnya. Sementara kondisi di kantor praktek kekeluargaann atau orang dalam kental sekali. Maksudnya, kalo bapaknya kerja di kantor tersebut anaknya tidak usah pusing pasti dapat tempat kerja di kantor tersebut. Semua orang menerapkan prinsip orang dalam sehingga satu kantor isinya dia anak bapak itu, dia saudara bapak Y, dia anak bapak X, dst. Sementara suami tidak mau melakukan nepotisme seperti itu, Istri dan anak-anaknya tidak boleh ikut-ikutan kerja satu instansi dengan beliau. Mau anaknya hanya outsourcing yang kontrknya hanya satu tahun lalu proses cari kerja, ya tidak peduli, Anaknya harus cari usaha sendiri tidak dapat kursi seperti anak-anak teman sekantornya.
Sementara itu, ada sistem arisan dimana istrinya harus mengeluarkan waktu, tenaga dan biaya untuk mengikuti kegiatan arisan. Dengan prinsi suami yang bersih, makan hanya keringat saja, tidak ada keluarga yang boleh ikut kerja di kantornya, maka saya tidak mau ikut kegiatan arisan emak-emak tersebut. Ya buah apa saya mengeluarkan tenaga, biaya, waktu, lha tidak ada manfaatnya langsung ke saya dan anak-anak. Kalo saya terima uang rumah kan dari keringat suami toh. Kalo suami memberlakukan keluarganya seperti di perusahaan swasta yang murni pekerjaan berdasar prestasi, ya saya menuntut balik, dengan saya tidak ada keterikatan apa pun dengan kantornya termasuk acara arisan emak-emaknya.
Di samping alasan suami, saya tidak mau ikut acara arisan karena ada rasa sakit karena bully. Kumpulan ibu-ibu yang hedon, tinggi apapu baik pembicaraan dan penampilan. Sementara saya tidak bisa mengikuti kehedonan mereka, Saya dianggap sepele lah sama mereka. Dipandang dari atas hingga bawah dengan pandangan merendahkan, dll. Alasan ini dan alasan suami yang bersih, yang membuat saya benar-benar tidak mau ikutan kegiatan arisan. Barangkali tempat yang sekarang merendahkan orang lain tingkatannya berukurang, tapi sudah lah saya tidak tertarik ikut kegiatan ibu ibu yang berhedon-hedon ria.
saat masih ikut kegiatan arisan, kalimat hinaan yang sering terdengar adalah, "sekarang naik berat badan ya? "ih kok gendutan sih/" Sumpah kalimat ini yang memotivasi saya mati-matian olah raga. Wuhh, apapun yang terjadi, sedang hujan salju atau air pokoknya harus datang ke tempat olah raga.
Sekarang, memutuskan tidak ikut kegitan arisan. Artinya tidak ada lagi orang yang menghina-hina berat badan. Dan yang ada malas olah raga. Dengan kemacetan kota ini, pergi ke lokasi olah raga suatu perjuangan. Sementara tenaga habis dengan urusan rumah, dan urusan pekerjaan, jadi hanya olah raga di rumah bermodah totor dari youtube. Tutor favorit itu youtuber China, Chloe Ting. Gerakannya benar-benar sederhana, antar gerakan tidak menimbulkan raga kaku dan sakit di tubuh, dan lumayan berkeringat. Tapi ooo bulan Desember 2025 lalu jumlah olah raga bulananu sedikit sekali. Yah...ayolah sekarang tidak ada yang menghinamu, tetaplah semangat olah raga. Untuk kamu sendiri, biar tetap mandiri sampai tua tidak tergantung orang lain.
Berikut resume olah ragaku dalam satu tahun 2025. Oiya bulan Feb itu saya masih ikut kegiatan arisan, kemudian ada cara kumpul-kumpul sekaligus wisata. Karena takut dihina-hina saya olah raga mati-matian di bulan Januari dan Februari. Olah raga yang dipenuhi kemarahan karena dihina-nina gendut. Btw olah raga dilakukan 1 jam per hari, biasanya sampai keringat basah dan menetes ke lantai, gerakan utama pemanasan lalu angkat beban 5 kg tangan kanan dan 5 kg tangan kiri.
Januari 2025 =15 kali
Febuari 2025= 15 kali
Maret 2025 = 11 kali
Mei 2025 = 15 kali
Juni 2025 = 13 kali
Juli 2025 = 11 kali
Agustus 2025 = 11 kali
September 2025 = 12 kali
Oktober 2025 = 7 kali
November 2025 = 11 kali
Desember 2025 = 8 kali
Semoga di 2026, tidak ikut kegiatan hedon-hedonan lagi, tetap semangat olah raga ya. Walau hasil olah raga tidak kelihatan di fisik saya, tidak apa -apa ya. Paling tidak kamu melakukan pekerjaan rumah tidak capek. Badan kamu kalo ketemu sama ibu-ibu arisan yang cantik-cantik juga masih akan dibilang "kok gendut banget ya...."
***
Ahh... saya ikut memasukkan proposal penelitian. Ah... entahlah... mamang pekerjaannya berupa mengajar dan melakukan penelitian. Berharap yang terbaik dan saya memanagemen waktu dengan baik. Anak bimbing mau mengerjakan penelitian, sehingga saya dapat membantu membuatkan publikasi untuk diterbitkan di jurnal ilmiah. Entah sinta berapa, yang penting ada publikasi sehingga saya tetap bisa gajian dari pemerintah
***
Jalan di depan rumah jadi rute olah raga warna di perumahan. Kadang itu iri sama ibu-ibu yang olahraga ditemani suaminya, lalu bisa bercerita panjang lebar sepanjang dia melewati rumah. Dengan silent treatment yang kuterima, saya masih dikasih uang belanja saja sudah bersyukur, Dia ajak bicara dilayani, tidak akan sibuk tenggelam dengan pekerjaan.
***
saya memelihara banyak kucing. Capek dengan bulu-bulu di lantai, eek yang harus dibersihkan pagi dan sore, capek kalo mereka berantem. Yang jelas biaya untuk beli pakan dan pasir lumayan juga. Tapi entahlah, saya menganggap memelihara kucing itu menarik rejeki. Saya bilangnya pelihara kucing itu seperti punya pesuhian, pesugihan yang mengharapkan rahmah dan keberkahan. Contoh kecil rahmat itu, kalo pergi makan hujan sangat deras ketika sudah berada di rumah.
Berikut nama-nama kucing yang dikasih makan di rumah
1. Geko
2. Cimol, karena kena buli dia suka di rumah tetangga, untung tetangga baik tidak komplenan
3. Cireng, dia datang untuk makan saja
4. Abu-abu
5. Siti
6. Budi
7. Beni
8. Umay
9. Kobo
10. Mumu
11. Broto
12. Siam
13. David
14. Kortus
15. 2 kucing yang ikut makan dengan takut-takut, belum kepikiran diberi nama apa. Kucing orang karena dia gendut dan bulunya panjang
***
Saya pernah dapat kata-kata dari laki-laku umur lebih muda, saat itu dia S2 dan saya sudah S3. Waktu itu saya sering datang ke lab Takon kerena mahasiswa di labku Patser sepi tidak ada orang. Karena bukan bidangnya, beda lab, saya sering bertanya-tanya belajar sekaligus bahan pembicaraan. Saat itu si anak S2 bilang, "Sudah S3 tapi tidak tahu apa-apa" Tidak tahu kata-kata dari 2020 hingga sekarang 2026 masih membuat saya sakit. Yah memang benar apa yang dia ucapkan, tapi kenapa saya begitu sakit dengan kata-kata tersebut. Kenapa kata-kata merendahkan yang kalo diingat itu bikin hati tertusuk-tusuk. Apalagi saat ini, saya jauh dengan tempat kerja, kata-kata sudah lulus S3 tapi tidak tahu apa-apa, tidak bisa apa-apa memang benar adanya, dan saya sakit......sakit...sakit....sedih...sedih...,sedih....
Paksu, aku berhak atas gajimu untuk keperluan hidupku, uang yang bukan untuk keperluan makan. Saya berkorban demi karirmu. Saya capek banget mengurus rumahmu, sampai saya dibilang gendut sama ibu-ibu di kantormu demi membuatkan makanan mu dan anak-anaku. Makanan yang dibuat sepernuh hati dari mulai belanja dll. Walau prakteknya, untuk keperluanku uang ambil dari gajiku yang sedikit dari mengajar. Uang dari mu kutabung, untuk keperluan nanti, yang saya tidak membolehkan itu untuk keperluan rumah atau anak-anakmu. Aku baru minta uang untuk keperluan hidupku setelah 23 tahun menikah.
***
Anak laki-lakiku. Saya sulit komunikasi cenderung diam, mengalami silent treatment. Anak lebih banyak dikamar, dan entahlah kesalahan saya tidak memancing-mancing pembicaraan dengannya, sehingga dia kesulitan komunikasi, Entahlah Nak, semoga kamu baik-baik saja, dapat berkomunikasi dengan orang lain, dan dapat merancang hidupmu di masa yang akan datang. Saya bukan ibu yang baik, hanya bisa mendoakan kemudahan bagimu.
***
Menulis melegakan hati. Bismilah usai sudah liburannya, dan kembali memulai aktivitas: membaca jurnal penelitan, mempersiapkan mengajar, mengajar, bimbimngan, menulis hasil penelitian anak bimbing, penguji proposal, olah raga, masak, cuci piring, seterika, kasih makan kucing, buang eek kucing
No comments: